|
Posted by Fenchu
|
|
Sunday, 21 June 2009 |
|
Bacaan : Mazmur 127 Bacaan setahun : Ester 3-5 & Kisah para rasul 5:22-42
Anak - anak kita adalah warisan pusaka, suatu berkat dari Tuhan. Mereka membawa kejayaan dalam hidup kita - ada harta berharga terpendam di setiap diri mereka - Fasick Seorang teman saya baru - baru ini menulis, " Jika besok kita mati, perusahaan tepat kita bekerja dapat dengan mudah menemukan pengganti kita dalam beberapa hari. Namun, keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan itu seumur hidup mereka. Jika demikian, mengapa kita menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan kita dan hanya memberikan sedikit waktu bagi kehidupan anak - anak kita?"
Mengapa kita terkadang membuat diri kita kecapekan dengan bangun pagi - pagi dan tidur larut malam, "makan roti yang diperoleh dengan susah payah." ( Mazmur 127 : 1-2), menyibukkan diri untuk menorehkan prestasi di dunia, dan menyepelekan suatu investasi yang lebih berharga dari apapun juga - anak-anak kita? Salomo menuliskan," Anak - anak lelaki adalah milik pusaka daripada Tuhan.: - suatu warisan yang sangat berharga dan yang telah diwariskan-Nya kepada kita. "Seperti anak - anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak - anak pada masa muda." ( ayat 4) adalah kiasan yang ditekankan oelhnya. Tidak ada hal penting lainnya yang lebih memerlukan energi dan waktu kita. Salomo yang bijaksana menyatakan bahwa kita tidak perlu "bersusah payah" dengan bekerja siang dan malam, karena Tuhan memelihara kita ( ayat 2). Kita dapat menyediakan waktu bagi anak - anak kita dan percaya bahwa Tuhan akan menyediakan segala kebutuhan jasmani kita. Anak - anak, entah keturunan kita sendiri maupun mereka yang kita didik, adalah pusaka abadi kita - suatu investasi yang tidak akan pernah kita sesali. Waktu yang Anda habiskan dengan anak -anak Anda adalah waktu yang Anda investasikan dengan bijak. sumber : Warta Bethany |