Sekilas Info

EVENTS Silahkan menghubungi kami melalui email (info@cerita-kristen.com) apabila ada event yang berhubungan dengan kegiatan Rohani untuk kami tampilkan di website ini.

GUEST BOOK Fasilitas Guest Book sudah kami perbaiki dengan yang baru, tetapi dengan terpaksa data-data Guest Book yang lama belum bisa kami tampilkan. Kami sedang mengusahakan agar data-data tersebut tetap dapat ditampilkan. Selamat mengisi Guest Book yang baru. God Bless You ..

Download NFSP!

KOMENTARI CERITA Sekarang Anda bisa kasih komentar dan berdiskusi langsung tentang cerita atau artikel yang ada di Cerita-Kristen. Tinggal klik pada link Write Comment di bawah judul dan overview artikel.Ayo kita bahas dan diskusi tentang artikel dan cerita yang ada yukkk!

Latest Forum

CB Online

No Users Online

CB Login


Home
SI TUKANG KAYU PDF Print E-mail
User Rating: / 18
PoorBest 
Written by Jack   
Monday, 05 May 2008
Seorang tukang kayu tua bermaksud pension dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat dari sikap dan pilihan yang kita perbuat di hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

~ Anonymous 

Comments
Add NewSearchRSS
Only registered users can write comments!
 
< Prev   Next >
© 2009 Cerita-Kristen.com - Cerita, Artikel, Kesaksian, Kisah, Inspirasi dan Motivasi Rohani Kristiani Online
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.