Sekilas Info

EVENTS Silahkan menghubungi kami melalui email (info@cerita-kristen.com) apabila ada event yang berhubungan dengan kegiatan Rohani untuk kami tampilkan di website ini.

GUEST BOOK Fasilitas Guest Book sudah kami perbaiki dengan yang baru, tetapi dengan terpaksa data-data Guest Book yang lama belum bisa kami tampilkan. Kami sedang mengusahakan agar data-data tersebut tetap dapat ditampilkan. Selamat mengisi Guest Book yang baru. God Bless You ..

Download NFSP!

KOMENTARI CERITA Sekarang Anda bisa kasih komentar dan berdiskusi langsung tentang cerita atau artikel yang ada di Cerita-Kristen. Tinggal klik pada link Write Comment di bawah judul dan overview artikel.Ayo kita bahas dan diskusi tentang artikel dan cerita yang ada yukkk!

Latest Forum

CB Online

No Users Online

CB Login


Home arrow All Stories arrow Kesaksian arrow KESETIAAN DALAM PERGUMULAN BERAT
KESETIAAN DALAM PERGUMULAN BERAT PDF Print E-mail
User Rating: / 20
PoorBest 
Written by Margareth Linandi   
Monday, 14 May 2007
Halo, teman-teman,saya mau menceritakan tentang kisah nyata salah satu
keluarga kami yang mengalami penderitaan, kesusahan namun tetap setia
mengikut Tuhan.

Opa saya mempunyai banyak anak dan semuanya percaya kepada Tuhan
termasuk ii-ku (selanjutnya disebut bibi) yang bernama Merry.

Semenjak menjalani pernikahan, dia menjalani kehidupannya dengan sangat
menderita, banyak pergumulan disana sini dan pergumulan ini
bertambah-tambah sejak kelahiran anak kedua. Anak kedua ini lahir sehat
namun pada saat itu dia sudah mulai berhenti bekerja dan menganggur
sehingga kehidupannya pas-pasan dan harus dibantu oleh keluarga.

Anak-anaknya bernama Daniel dan Yesaya, yang juga percaya kepada Tuhan.
Yesaya adalah anak yang sangat lucu dan menjadi bahan perhatian dan
kasih semua orang sehingga Semua sanak keluarga mencintainya dan dia
sangat mencintai mama dan papanya. Yesaya bertumbuh semakin besar dan
sering bermain ke rumah opa (sekarang sudah almarhum) di Teluk Gong.
Suatu hari, ketika dia sedang di rumah opa, dia sering menangis dan
menangis. Biasanya dia suka makan dan makanan kesukaan yang kami ingat
adalah  bakso.

Suatu kali, dia tidak nafsu makan dan badannya lemas karena terkena
demam. Orang tuanya berpikir bahwa itu hanya demam biasa dan bisa
diobati. Ternyata demamnya cukup lama, kurang lebih 1 bulan dan
demamnyatinggi.

Suatu kali saat dia dalam kondisi demam tinggi, mamanya membawanya ke
dokter anak dan disana Yesaya tertidur lelap. Mamanya berpikir Yesaya
tertidur karena demam itu namun ternyata demam tinggilah yang
menyebabkan Yesaya tidak sadarkan diri dan tidak bisa membuka matanya.

Cukup lama Yesaya dirawat di rumah sakit namun tidak ketahuan apa
penyakitnya. Yesaya masih tetap demam. Banyak diagnosa yang diberikan
dokter sampai menyebabkan Yesaya harus diam dengan lama di rumah sakit
(di ICU). Keluarganya sangat miskin namun anak ini harus mengalami
penderitaan cukup lama. Namun satu hal yang sangat dikenang, Yesaya
tidak pernah menangis ketika kondisinya makin lemah. Selama menjaga
Yesaya di rumah sakit Husada Jakarta mamanya terus berdoa dan berserah
pada Tuhan. Kalau Yesaya harus dipanggil dia sudah siap.

Selain itu banyak juga godaan-godaan selama Yesaya sakit di mana banyak
hal yang sebenarnya bisa membuat mamanya Yesaya meninggalkan Tuhan.

Pada saat menunggu Yesaya di rumah sakit, banyak orang termasuk orang
yang belum percaya Tuhan, yang menawarkan bermacam-macam hal
perdukunan,
seperti memakaikan gelang pada tangan Yesaya dan lain-lain, namun bibi
saya tetap bertekad tidak akan melakukan hal-hal yang menyedihkan hati
Tuhan. Lebih baik jikalau anaknya memang harus mati daripada menyangkal
Yesus. Ia juga menunjukkan satu teladan yang indah, yaitu tidak
bersungut-sungut dan tetap bersyukur pada Tuhan.
Penyelidikan demi penyelidikan dilakukan dan ternyata Yesaya mengidap
cairan di otak dan dioperasi kemudian pada scanning kedua juga
didapatkan ada cairan di otak kanan dan persentasi kesembuhan kecil,
namun kondisinya tetap juga parah.

Kemudian, kondisinya makin parah saat ditemukannya cairan darah di
otaknya dan sudah sangat sulit untuk dioperasi. Mama dan papanya hanya
berserah pada Tuhan, kemudian sampai pada akhirnya, Yesaya dipindahkan
ke kelas 3 dan dirawat di sana. Pada saat-saat terakhirnya, Yesaya
ketika sempat dikunjungi oleh bibi saya yang lain, dia masih ingat
makanan kesukaannnya dan minta makan bakso sehingga kami semua tertawa
mendengarnya.

Ada satu keajaiban sebelum Yesaya meninggal yaitu kakinya terlipat
bagus dan sudah bisa makan. Pada akhirnya Yesaya sempat batuk darah sebentar
sebelum kemudian meninggal dunia. Memang mama Yesaya sangat sedih, dia
tidak bisa menerima kenyataan ini, namun melalui peristiwa demi
peristiwa akhirnya mama Yesaya bisa kuat kembali dan bangkit untuk
melayani Tuhan.

Melalui kesaksian ini, biarlah menguatkan setiap kita yang membacanya.
Mungkin banyak masalah yang kita hadapi, tantangan, kesedihan namun
janganlah lupa, itu semua membentuk kita untuk semakin sempurna di
hadapan Tuhan dan itu akan menguatkan iman kita.

Jadi melalui kesaksian nyata ini, bagi teman-teman yang memiliki
masalah, jangan cemas, jangan salahkan Tuhan dan tetap setia ikut
Tuhan, jangan mencoba-coba jalan pintas untuk suatu kesembuhan,hanya Tuhanlah
yang menjadi dokter kita.

Bahkan kematian juga menjadi berkat terindah bagi anakNya yang percaya
karena dapat bertemu kembali dengan Dia.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.

Penulis: Margareth Linandi

Comments
Add NewSearchRSS
sheisa_dj - yakin pada TUHAN Registered | 2008-08-15 12:38:40
betapa berat beban hidup yang dialami Merry tetapi dia mampu menghadapinya karena yakin pada TUHAN.
saya juga sedang dalam pergumulan rumah tangga yang saya rasakan cukup berat yang mungkin mengharuskan saya untuk bersikap sebagai ibu dari anak saya bukan sebagai istri. kadang saya berpikir apa saya masih sanggup menjalaninya apa tidak, terasa berat pergumulannya....
mungkin ada temen2 yang bisa bantu saya.
Only registered users can write comments!
 
< Prev   Next >
© 2009 Cerita-Kristen.com - Cerita, Artikel, Kesaksian, Kisah, Inspirasi dan Motivasi Rohani Kristiani Online
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.