Denny Teguh Sutandio
User
 Platinum Boarder
| Posts: 198 |  |
|
MENGENAL KRISTUS (Pdt. Ir. Amin Tjung, M.Th.) - 2008/08/22 15:00
MENGENAL KRISTUS
oleh: (alm.) Pdt. Ir. Amin Tjung, M.Th. (hamba Tuhan yang melayani di GRII dan mantan Dekan Akademis di Institut Reformed, Jakarta yang meraih gelar Sarjana Theologi—S.Th. dan Master of Divinity—M.Div. dari Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia—STTRII Jakarta; dan Master of Theology—M.Th. dalam bidang Pendidikan Kristen dari Universitas Kristen Indonesia—UKI, Jakarta. Beliau dipanggil Tuhan dalam usia yang relatif muda karena penyakit kanker.)
Nats: Kol. 1:15-23
Saudara, kalau kita melihat saat Kristus ada di dunia, kita baca mulai dari Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes serta dalam tulisan para rasul maka kita dapat melihat bahwa mereka mencoba menfokuskan pada siapakah Kristus itu. Dalam Mat. 8, tatkala Ia menenangkan angin ribut, menghentikan ombak yang berderu maka orang-orang khususnya para murid-Nya bertanya, “Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danaupun taat pada-Nya?” Sebelum Ia menyembuhkan orang lumpuh itu, Ia berkata, “Dosamu diampuni.” Sehingga Ahli Taurat dan orang Farisi berkata, “Siapakah orang yang berani mengampuni dosa dan menghujat Allah ini?”
Banyak agama lain yang mengakui Kristus tetapi dengan konsep yang salah dan berbeda di mana mereka menganggap bahwa Kristus adalah sebagai reinkarnasi dari orang yang mereka pandang dalam sejarah tertentu akan datang. Bahkan ada yang pernah meramalkan tanggal kedatangan Yesus namun itu semua tidak mungkin karena sebagai orang Kristen sadar akan dapat melihat Kristus yang akan datang jika kita belum meninggal. Alkitab telah berbicara tentang hal ini, bahwa banyak nabi dan mesias palsu yang akan muncul dan mereka akan mengaku diri sebagai Kristus yang datang kembali. Dalam buku tentang God Incarnation and Atonement (by Roland Finstra & Alvin Plantinga), dua tokoh filsafat dari Calvin Seminary dan Noterdam, mereka membahas tentang siapa Kristus itu. Mungkinkah Allah itu inkarnasi? Bagaimana inkarnasinya? Dikatakannya pula bahwa setiap Kristologi yang mencoba keluar dari pengakuan Chalcedon pasti menjadi sesat. Namun sekalipun tidak membaca rumusan Chalcedon kita seharusnya mengerti dengan jelas siapa Kristus itu, kita perlu mengenal, mengasihi dan dapat melayani Dia dengan lebih sungguh.
Paulus mengatakan, “Kita yang berdosa, melawan dan menjadi musuh Tuhan telah diperdamaikan dengan Allah, Kristus sudah membeli kita kembali dari kuasa dosa di mana Ia tebus dan bayar kepada Allah Bapa, kasih-Nya begitu nyata melalui kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan-Nya sudah menyelamatkan kita maka seharusnya kita jauh mengenal Dia. Seharusnya kita mau renungkan kasih-Nya dan apa yang Ia inginkan dalam hidup kita setiap hari. Ada satu kerinduan mengenal Dia dengan benar dan hidup bagi Dia. Dalam Injil Yohanes Paulus menegaskan kembali tentang konsep ini karena banyak orang mengajar hal yang salah di mana mereka hanya melihat sebagai “orang penting” dan mereka mempunyai konsep latar belakang Yunani bercampur agama persia, suatu pendekatan gnostik yang belum sepenuhnya jadi. Di situ ditekankan bahwa Kristus hanya merupakan salah satu emanasi (pancaran yang mengalir dan mungkin paling jauh) dari oknum yang disebut yang tertinggi Allah itu. Bahkan Arius, Saksi Yehuwa pada zaman ini juga menggunakan ayat diatas untuk mendukung argumen mereka bahwa Kristus adalah ciptaan yang pertama. Paulus dalam ayat 15 menegaskan, “Ia, (anaknya) … gambar Allah (ekon)/wujud pernyataan yang ia bayangkan waktu Kristus menyatakan diri kepadanya dan ini dihubungkan dengan ayat yang ke 19 yang menunjukkan seluruh kepenuhan Allah ada di dalam Dia. Dia adalah Allah yang sejati dan kepenuhan Allah ada di dalam Dia.
Di sini kita perlu mendidik jemaat sehingga waktu mereka mendengar ajaran yang tidak benar mampu peka dan menilai. Allah sepenuhnya ada dalam Kristus. Di sini orang seringkali bingung karena konsep yang ada dalam pikirannya adalah konsep materi sehingga mereka sulit membayangkan yang non materi. Seperti halnya kalau kita mendefinisikan Allah Tritunggal (tiga pribadi/oknum: Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, tiga oknum yang berbeda; tunggal: satu substansi). Definisi tritunggal sama secara status/ontologisnya dan berbeda dalam fungsi/ekonominya. Seperti halnya waktu Kristus di baptis, di situ juga ada Allah Bapa yang bersuara dari Surga dan Allah Roh Kudus yang menyerupai merpati di mana tiga oknum itu ada secara sekaligus. Kalau substansi itu bersifat materi maka akan sulit sekali kita bayangkan, 3 oknum yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus itu sepenuhnya Allah. Ini merupakan pengetahuan yang bersifat non materi atau bukan benda. Alkitab berkata, “Allah itu Roh, barangsiapa menyembah Dia harus menyembah dalam Roh dan Kebenaran.” (Yoh 4:24) Dari sini kita sepenuhnya dapat percaya bahwa Allah Bapa adalah sepenuhnya Allah, Allah oknum kedua sepenuhnya Allah dan Allah oknum ketigapun sepenuhnya Allah meskipun nanti dalam fungsi berbeda. Bapa yang mengutus dan melahirkan anak, Bapa bersama anak mengutus Roh Kudus, Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak. Di sini kita dapat melihat bahwa Kristus adalah Allah sejati. Ditekankan oleh Paulus bahwa Ia adalah wujud pernyataan Allah yang tidak kelihatan namun Ia adalah Allah yang sejati karena kepenuhan Allah diam di dalam Dia.
Selanjutnya di sini dikatakan bahwa Ia sulung, lebih utama dari segala sesuatu karena di dalam Dia telah diciptakan. Ada orang yang mengatakan bahwa Ia adalah ciptaan yang pertama karena ada kata sulung. Kata sulung dapat mempunyai dua pengertian, oleh sebab itu kita harus cermat melihat konteks katanya supaya tidak salah mengambil kesimpulan atau sesat ekwivokasi (bunyinya sama tetapi arti dibelakangnya beda). Sulung di sini dalam bahasa aslinya adalah prototokos yang memang dapat diterjemahkan sebagai ‘anak pertama dalam urutan keluarga’ tetapi dapat juga diartikan sebagai ‘Ia yang diutamakan bukan secara kronologi. (Mzm. 89:28; Kel. 4:22-23) sehingga kita dapat melihat di sini sulung sebagai yang diutamakan karena Ia adalah sang Pencipta, Ia yang menciptakan segala sesuatu (Yoh 1:3) “Segala sesuatu dijadikan oleh dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Berarti Ia adalah penjadi dan bukan yang dijadikan. Kita lihat dalam hal demikian jelas bahwa Kristus sungguh Allah sejati, sang pencipta yang menciptakan segala sesuatu yang ada maupun yang tidak kelihatan dan waktu Ia menciptakan segala sesuatu, dikatakan Ia ada terlebih dahulu. Itu menunjukkan Ia memang berbeda dengan ciptaan.
Kemudian kita lihat bahwa Ia bukan saja Sang Pencipta tetapi yang menjadikan segala sesuatu untuk Dia yang berarti juga bahwa Ia adalah pemilik segala sesuatu. Sebagai contoh kalau saya membuat tabungan uang dari tanah liat maka setelah barang itu terwujud maka saya mempunyai hak atas barang tersebut. Berarti secara ciptaan, kita pun adalah milik Dia, seluruh kehidupan, potensi, waktu, tenaga, keuangan, otak dan segala yang ada pada kita adalah milik-Nya secara sepenuhnya. Dan bukan hanya itu, Ia adalah pengontrol dan pemelihara hidup kita, segala sesuatu ada di dalam Dia, Dia penopang, pengarah dan pemelihara segala sesuatu menuju maksud dan tujuan-Nya. Dalam hal ini kita harus sadar bahwa tidak ada satu hal bagi Tuhan merupakan kejadian yang mendadak, yang Ia tidak sadari. Segala sesuatu ada dalam kontrol-Nya, termasuk manusia jatuh dalam dosa karena Ia tahu waktu Ia ciptakan manusia yang menurut gambar dan rupa-Nya yang berarti juga mempunyai kebebasan maka mempunyai kemungkinan akan jatuh dalam dosa. Sehingga Ia telah menyiapkan karya keselamatan dan Kristus dipilih sebelum dunia dijadikan. Saya harap ini mendorong kita untuk belajar dengan teliti. Harus tetap kita sadari bahwa Allah tidak di dalam waktu karena Allah melampaui waktu, Allah adalah kekal sedang manusia pasti berpikir dalam ruang dan waktu karena kita dicipta demikian.
Kita harus sadar bahwa sejarah dalam dunia ini tetap dalam kontrol Dia untuk mengenapi maksud dan rencananya. Dalam kasus kerusuhan, orang Kristen dianiaya dan dipaksa menyangkal Kristus, apakah itu menunjukkan Allah kalah? Tidak! Kita percaya Allah kita adalah Allah yang maha kuasa dan segala kuasa lain ada dalam kontrol-Nya. Tanpa sadar mereka yang melakukan tindakan tersebut mengenapkan rencana Allah walaupun mereka harus dihukum karena mereka melawan Tuhan. Kalau ada martir meninggal maka dapat dilihat bahwa waktu Tuhan datang makin dekat dan kita harus makin giat menjalankan pekerjaan-Nya (Why 6:9-11). Seperti halnya dengan Kristus, mereka tidak mungkin menyerahkan dan menyalibkan-Nya tetapi Allah Bapa dan diri-Nyalah yang menyerahkan. Kita lihat di dalam providensia seperti ini bahwa Allah mengontrol sejarah. Kristus mati mendamaikan kita dengan Allah, seharusnya kasihnya yang besar ini membuat kita sadar bahwa Ia telah membeli kita ulang sehingga kita bukan milik kita sendiri tetapi milik Kristus, Kristus pun menjadi milik kita bukan untuk sementara tetapi selamanya. Di dalam hidup kita biarlah kita mau sadari hal ini. Dalam I Kor 6:19-20 dikatakan, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus … Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Kita harus sepenuhnya sadar bahwa diri kita sepenuhnya adalah milik Tuhan dan kita harus persembahkan untuk Tuhan. Seperti seorang Baptis yang bernama Charles H. Spurgeon dan Pdt. Stephen Tong, mereka coba terus gerak, kerjakan sehingga mereka merupakan orang yang Tuhan pakai menjadi bara yang terus membawa banyak orang mengenal Tuhan, terus dikuatkan melayani karena siang malam yang menjadi pikiran mereka hanya satu fokus bahwa hidupnya adalah milik Kristus dan seumur hidupnya segalanya dipersembahkan pada Tuhan. Kalau kita perhatikan dalam Kitab PB, hanya dua orang yang sanggup berkata sudah selesai yaitu Kristus (Yoh. 17:3-4) dan Paulus (2Tim). Seumur hidup menjadi milik Tuhan, mengerjakan yang Tuhan percayakan dengan sungguh-sungguh (Kis. 14:19-20).
Mengapa komunis dapat begitu cepat hingga pertengahan abad 20 ia hampir melanda seluruh dunia? John White & Billy Graham pernah mengkutip artikel tulisan surat seorang kader komunis kepada pacarnya yang memutuskan untuk mengabdi sepenuhnya kepada komunis. Bahkan ia rela dipenjara dan digantung asalkan komunis berkembang. Saudara bayangkan, kita menjadi orang Kristen seperti apa? Sungguhkah cinta kita pada Kristus? Saudara sebagai orang Kristen harus pernah memikirkan, doakan dan gumulkan, apakah Tuhan panggil saudara menjadi hamba-Nya secara full time atau menjadi saksi Tuhan dalam bidang tertentu. Kalau Tuhan panggil saudara dalam bidang tertentu, tetap Tuhan menjadikan saudara sebagai saksi dan garam di lingkungan saudara. Satu hal yang penting adalah total penyerahan hidup. Biarlah saudara jelas, karena hidup kita secara ciptaan dan tebusan milik Dia. Kita tidak perlu mengkhawatirkan masa depan karena seluruh sejarah dikontrol oleh dia. Biarlah Tuhan menolong kita sekali lagi untuk mempersembahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Amin.
(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)
Sumber: Ringkasan khotbah Pdt. (dulu: Ev.) Amin Tjung di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Andhika, Surabaya tanggal 08 Agustus 1999 (www.grii-andhika.org).
|